proyek ini dibuat untuk memenuhi salah satu proyek Fisika Dasar pada program studi Pendididkan Biologi Universitas Sriwijaya dengan dosen Bapak Apit Fathurohma, S. Pd., M. Si.
Energi Kalor
Kalor adalah suatu bentuk energi yang secara alamiah dapat berpindah dari benda yang suhunya tinggi menuju suhu yang lebih rendah saat bersinggungan. Kalor juga dapat berpindah dari suhu rendah ke suhu yang lebih tinggi jika dibantu dengan alat yaitu mesin pendingin.
Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu benda bergantung pada lamanya pemanasan dan massa zat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama air dipanaskan, suhu air akan semakin tinggi. Jadi besarnya kalor yang diberikan pada suatu benda sebanding dengan kenaikan suhu (Δt). Semakin besar massa air, semakin lama waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu tersebut. Jadi besarnya kalor yang diberikan juga dipengaruhi oleh massa zat (m).
Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar kalor jenis suatu zat , maka semakin besar pula kalor yang diperlukan. Jadi besarnya kalor yang diberikan pada suatu benda sebanding dengan kalor jenis atau jenis zat (c). Kesimpulannya adalah bahwa besarnya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebagai berikut :
Besarnya kalor (Q) yang diperlukan oleh suatu benda sebanding dengan massa benda (m), bergantung pada kalor jenis (c), dan sebanding dengan kenaikan suhu (Δt).
Secara matematis dapat dituliskan :
Q = m x c x Δt
Keterangan
- Q = kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J)
- m = massa benda (kg)
- c = kalor jenis benda (J/kgºC)
- Δt = kenaikan suhu (ºC)
- Δ = delta
Satuan kalor menurut SI adalah joule (J). Terdapat satuan kalor yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, antara lain kilokalori, kalori. Satu kalori dapat didefinisikan banyaknya kalor yang diperlukan tiap 1 gram air, sehingga suhunya naik 1ºC. Sedangkan satu kilokalori didefiniskan banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan 1 kg air, sehingga suhunya naik 1ºC.
Terdapat kesetaraan antara satuan joule dangan satuan kalori yang biasa dikenal dengan sebutan tara kalor mekanik.
Terdapat kesetaraan antara satuan joule dangan satuan kalori yang biasa dikenal dengan sebutan tara kalor mekanik.
- 1 kalori = 4,2 joule
- 1 kilokalori = 4.200 joule
- 1 joule = 0,24 kalori
Kalor jenis berbagai zat
| |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
No.
|
Zat
|
Kalor Jenis
|
No.
|
Zat
|
Kalor Jenis
| ||
kkal/k gºC
|
J/kgºC
|
kkal/k gºC
|
J/kgºC
| ||||
1.
|
Air
|
1,00
|
4.190
|
6.
|
Kaca
|
0,16
|
6.700
|
2.
|
Air Raksa
|
0,03
|
138
|
7.
|
Minyak Tanah
|
0,52
|
2.200
|
3.
|
-
|
-
|
-
|
8.
|
Seng
|
0,09
|
390
|
4.
|
Besi
|
0,11
|
460
|
9.
|
Tembaga
|
0,09
|
3.900
|
5.
|
Emas
|
0,030
|
130
|
10.
|
Timbal
|
0,03
|
130
|
Kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat sehingga suhunya naik sebesar 1ºC. Secara matematis kalor jenis suatu zat dapat dituliskan :
c = Q
mxΔ t
Sedangkan kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh suatu benda sehingga suhunya naik 1ºC. Secara matematis kapasitas kalor dapat dituliskan :
C = m x c
Karena : Q = m x c x Δt maka, Q = C x Δt
Keterangan
- Q = kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J)
- C = kapasitas kalor benda (J/ºC)
- Δt = kenaikan suhu (ºC)
- Δ = delta
Perubahan Wujud Zat
Perubahan wujud zat dapat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Berikut perubahan wujud yang terjadi pada zat, yaitu :
- Mencair. Perubahan wujud zat padat menjadi cair disebut mencair. Saat zat mencairmemerlukan energi kalor. Contoh peristiwa mencair, antara lain: es dipanaskan, lilin dipanaskan dll

- Membeku. Perubahan wujud zat cair menjadi padat disebut membeku. Pada saat zat membeku melepaskan energi kalor. Contoh peristiwa membeku, antara lain : air didinginkan di bawah 00C, lilin cair didinginkan, dll
- Menguap. Perubahan wujud zat cair menjadi gas disebut menguap. Pada saat tersebut zat memerlukan energi kalor. Contoh, antara lain: minyak wangi, air dipanaskan sampai mendidih, dll
- Mengembun. Perubahan wujud zat gas menjadi cair disebut mengembun. Saat terjadi pengembunan zat melepaskan energi kalor. Contoh, antara lain : gelas berisi es bagian luarnya basah, titik air di pagi hari pada tumbuhan, dll
- Menyublim. Perubahan wujud zat padat menjadi gas disebut menyublim. Saat penyubliman zat memerlukan energi kalor. Contoh, antara lain: kapur barus (kamper), obat hisap , dll
- Mengkristal atau menghablur. Perubahan wujud zat gas menjadi padat. Pada saat pengkristalan zat melepaskan energi kalor. Contoh peristiwa pengkristalan, antara lain: salju, gas yang didinginkan, dll
Terdapat beberapa zat yang mudah menguap, antara lain : spiritus, bensin, dll. Penguapan merupakan peristiwa bergerak keluarnya molekul– molekul dari permukaan zat cair. Beberapa cara mempercepat penguapan, yaitu:
a. Memanaskan
Setelah selesai mencuci beberapa bajumu, coba jemurlah salah satunya di tempat yang teduh dan beberapa lainnya di bawah terik matahari. Manakah yang lebih cepat kering? Pada penjemuran yang kamu lakukan, baju di bawah terik matahari akan cepat kering. Hal ini menunjukkan bahwa air yang terkandung pada baju itu lebih cepat menguap.
b. Memperluas permukaan zat cair
Tuangkan sebagian kopi panas yang kamu buat pada cawan. Tunggu sebentar, kemudian minumlah. Coba bandingkan, mana yang lebih cepat dingin, air kopi dalam gelas atau dalam cawan? Kamu akan mendapatkan air kopi dalam cawan lebih cepat dingin dibandingkan dengan air kopi dalam gelas. Hal ini menunjukkan bahwa penguapan air kopi dalam cawan yang memiliki permukaan lebih luas akan lebih cepat daripada penguapan di dalam gelas.
c. Meniupkan udara di atas permukaan zat cair
Makanan panas yang permukaannya ditiup akan terasa lebih cepat dingin. Hal ini disebabkan karena makanan yang ditiup lebih cepat terjadi penguapan sehingga dingin.
d. Mengurangi tekanan
Dengan memperkecil tekanan udara pada permukaan zat, berakibat jarak antar molekul udara menjadi besar. Hal ini mengakibatkan molekul-molekul pada permukaan zat cair akan
berpindah ke udara di atasnya sehingga mempercepat proses penguapan.
Zat Mendidih dengan Suhu Tetap Asalkan Tekanan Udara Tidak Berubah
Mendidih adalah peristiwa penguapan zat cair yang terjadi di seluruh bagian zat cair tersebut. Peristiwa ini dapat dilihat dengan munculnya gelembung-gelembung yang berisi uap air dan bergerak dari bawah ke atas dalam zat cair. Zat cair yang mendidih jika dipanaskan terus-menerus akan berubah menjadi uap. Banyaknya kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat cair menjadi uap seluruhnya pada titik didihnya disebut kalor uap (U). Karena tidak terjadi perubahan suhu, maka besarnya kalor uap dapat dirumuskan:
Zat Mendidih dengan Suhu Tetap Asalkan Tekanan Udara Tidak Berubah
Mendidih adalah peristiwa penguapan zat cair yang terjadi di seluruh bagian zat cair tersebut. Peristiwa ini dapat dilihat dengan munculnya gelembung-gelembung yang berisi uap air dan bergerak dari bawah ke atas dalam zat cair. Zat cair yang mendidih jika dipanaskan terus-menerus akan berubah menjadi uap. Banyaknya kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat cair menjadi uap seluruhnya pada titik didihnya disebut kalor uap (U). Karena tidak terjadi perubahan suhu, maka besarnya kalor uap dapat dirumuskan:
Q = m x UKeterangan
- Q = energi kalor yang diperlukan ( J )
- m = massa zat ( kg )
- U = kalor didih atau kalor uap ( J/kg )
Jumlah kalor yang dilepaskan untuk mengubah 1 kg zat dari wujud uap menjadi cair pada titik embunnya disebut kalor embun. Titik embun adalah suhu pada saat zat gas mengembun.Percobaan yang dilakukan oleh para ilmuwan menghasilkan pernyataan bahwa :
Kalor uap = kalor embun.
Titik didih dan kalor uap beberapa zat
| ||
|---|---|---|
Nama zat
|
Titik didih (ºC)
|
Kalor uap (J/kg)
|
Air
|
100
|
2.260.000
|
Es
|
100
|
2.260.000
|
Raksa
|
357
|
272.000
|
Tembaga
|
1.187
|
5.069.000
|
Perak
|
2.193
|
2.336.000
|
Emas
|
2.600
|
1.578.000
|
Timah hitam
|
1.750
|
871.000
|
Oksigen
|
- 183
|
213.000
|
Nitrogen
|
- 196
|
201.000
|
Zat Melebur dengan Suhu tetap Memerlukan Kalor
Pada saat zat cair melebur yaitu berubah wujud dari padat menjadi cair memerlukan kalor. Pada tekanan udara normal es berubah wujud dari padat menjadi cair pada suhu 0ºC. Energi kalor yang diperlukan tidak digunakan untuk menaikkan suhunya, tetapi untuk mengubah wujud zat dari padat menjadi cair. Suhu pada saat zat padat melebur disebut titik lebur. Apabila tekanan udara luar berubah-ubah, maka titik lebur zat juga akan mengalami perubahan. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa pada tekanan udara lebih dari 76 cmHg es akan melebur di bawah suhu 0ºC. Titik lebur suatu zat dapat diubah-ubah dengan cara: tekanan ditambah maka titik leburnya turun, tekanan dikurangi maka titik leburnya naik, dan menambahkan ketidakmurnian zat maka titik leburnya turun.
Untuk mengubah wujud padat menjadi cair pada titik leburnya diperlukan energi kalor.
Jumlah energi kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat dari wujud padat menjadi cair pada titik leburnya disebut kalor lebur.Secara matematis dapat dituliskan :
Q = m x L
Keterangan
- Q = energi kalor yang diperlukan (J)
- m = massa zat (kg)
- L = kalor lebur (J/kg)
Saat terjadi peleburan zat memerlukan kalor, sedangkan pada pembekuan zat cair melepaskan kalor hingga berubah menjadi padat.
Jumlah kalor yang dilepaskan untuk mengubah 1 kg zat dari wujud cair menjadi padat pada titik bekunya disebut kalor beku. Titik beku adalah suhu pada saat zat cair membeku.
Percobaan yang dilakukan oleh para ilmuwan menghasilkan pernyataan bahwa :
Kalor lebur = kalor beku
Titik lebur dan kalor lebur
| ||
|---|---|---|
Nama zat
|
Titik lebur (ºC)
|
Kalor lebur (J/kg)
|
Air
|
0
|
336.000
|
Es
|
0
|
336.000
|
Raksa
|
- 39
|
12.570
|
Tembaga
|
1.083
|
205.300
|
Timbal
|
327
|
24.930
|
Aluminium
|
660
|
402,2
|
Oksigen
|
- 219
|
14.000
|
Nitrogen
|
- 210
|
26.000
|
ini adalah pengalaman keseharian saya yang berkaitan dengan energi kalor,
12 agustus
2016
Saya mencuci pakaian dengan berbagai
warna mulai dari warna cerah dan warna gelap dan saya jemur agar kering di
terik matahari,proses penguapan yang terjadi pada pakaian disebabkan oleh
adanya kalor yang cukup dari sinar matahari sehingga proses penguapan menjadi
lebih cepat. Tetapi tidak hanya dengan sinar matahari pakaian juga bisa dijemur
dengan cara hanya terkena paparan angin itu sering terjadi ketika musim hujan,
karna saya sering memanfaat kan hal seperti itu, saat saya besok pagi harus
menggunakan pakaian yang ternyata masih kotor dan malam nya saya cuci dan saya
keringkan dengan bantuan kipas angin untuk mengeringkan pakaian tersebut dan
pada akhirnya ketika besok paginya pakaian sudah kering dan saya setrika. Itu
terjadi karena pada umumnya air menguap disegala suhu, air tidak hanya menguap
ketika mendidih saja karena molekul-molekul air memiliki energi kinetik
sehingga senantiasa mereka bergerak lebih kuat, dan karna mereka bergerak lebih
kuat, molekul-molekul air berenergi besar ini mampu melepaskan diri dan hanyut
diudara menjadi uap. Itu sebabnya jika kita membiarkan sesuatu yang basah
seperti pakaian atau lainnya terpapar oleh udara lama-kelamaan sesuatu itu akan
menjadi kering dengan sendirinya.
Proses
Penguapan pada umumnya dipengarui oleh beberapa hal yaitu:
·
SUHU,
jika suhu airnya tinggi (panas) maka penguapan akan terjadi llebih cepat karena
molekul-molekul air memiliki energi lebih besar sehingga bergerak lebih cepat
dan melepaskan lebih cepat pula.
·
LUAS
PERMUKAAN, semakin luas permukaan air semakin cepat penguapan terjadi karena
kontak air dengan udara lebih banyak.itu menyebabkan teh panas yang dituang
dipiring lebih cepat dingin daripada ketika teh panas itu tetap berada didalam
cangkir.
·
KELEMBABAN
UDARA, semakin lembab udara semakin sulit air akan menguap, karena udara yang
lembab sudah penuh dengan uap air sehingga sulit menampung uap air tambahan.
Jika udaranya kering, ibaratnya udara memiliki banyak ruang kosong untuk diisi
uap air hasil penguapan.
·
TIUPAN
ANGIN, angin akan menyapu lapisan udara lembab disekitar air yang menguap
sehingga udaranya terganti dengan udarayang lebih kering.dengan begitu laju
penguapan akan lebih tinggi karena udara disekitar air yang siap menguap itu
selalu kering sehingga senantiasa siap menampung uap air tambahan.alhasil, air
menguap dengan lebih mudah.
Banyak juga
terjadi pada orang kebanyakan jika musim penghujan mereka menjemur pakaian di
dalam ruangan agar lebih kering dan itu pun terjadi pada saya. Tetapi ternyata
ada dampak buruk yang perlu kita ketahui jika menjemur pakaian didalam ruangan,
karna itu akan berdampak mengancam kesehatan bagi tubuh. Terutama pada berisiko
pada orang yang memiliki penyakit asma, hal ini disebabkan ketika menjemur baju
didalam ruang maka sisa-sisa air dari pakaian akan diserap oleh udara yang
terdapat dalam ruangan yang membuat udara didalam ruangan menjadi lebih lembab
dan berakibat munculnya fungus atau jamur untuk berkembang biak.

Sangat bermanfaat.trima kasih atas informasinya.
BalasHapusNice
BalasHapusterimakasi info nya
BalasHapusterimakasi info nya
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusGood 😊
BalasHapusBagus👌
BalasHapusthanks infonya...
BalasHapus